Blackberry yang merupakan saingan utama smart phone kini terancam tak boleh beredar di tanah air. Sebagaimana kita tahu kepopuleran Blackberry yang terjadi hampir di semua kalangan, sempat membuat gerai-gerai ponsel di tanah air berlomba-lomba menyediakan gadget tambun ini.
Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) menyatakan telah menolak pengajuan permohonan sertifikat yang diajukan RIM (produsenBlackberry asal Kanada: Research in Motion). Hal itu terjadi sejak sebulan yang lalu, penolakan tersebut juga dimaksudkan untuk perusahaan yang langsung terafiliasi dengan RIM, yakni beberapa penyelenggara telekomunikasi seperti PT Telkomsel, PT Indosat, dan PT Excelcomindo Pratama.
blackberry
Depkominfo juga menolak permohonan yang diajukan oleh beberapa importir Blackberry yang tidak langsung terafiliasi dengan RIM sepuluh hari yang lalu. Alasannya adalah bahwa sampai saat ini belum ada kejelasan rencana RIM untuk membuka cabangnya di Indonesia. Tidak masuk akal kan bila konsumen di Indonesia membeli produkBlackberry di Indonesia, tetapi ketika Blackberry yang dibelinya rusak harus ke Singapura dulu untuk diperbaiki.
Manager Broadband Blackberry & 3G PT Excelcomindo Pratama Tbx (XL) Handono Warih mencatat, sedikitnya separuh Blackberry yang sudah beredar di pasar ini adalah Blackberry ilegal. Dari jumlah Blackberry yang sudah beredar sebanyak 450.000 unit, 105.000 unit dari Blackberry yang beredar adalah berasal dari Black Market (pasar gelap). Masih ingin memiliki ponsel yang tak jelas garansinya ini?
Kumpulan Artikel Terkait
* Segera Hadir BB Bold 9700 (Blackberry ONYX)
* HT G30 Penghancur Blackberry Garapan HT-Mobile
* D-One DG-628 Saingi Blackberry Dengan Akses Internet Gratis
* Akhirnya RIM Produsen BlackBerry Akan Buka Cabang Serentak di 3 Kota Besar di Indonesia
* Sekilas Tentang Nexian G900 Blackberry Paket Hemat
* Komunitas BlackBerry di Bali
* Sejarah Blackberry
* Nexcom Luncurkan Ponsel QWERTY Tercanggih
* Software Bagus Untuk BlackBerry
* BlackBerry Beralih Dari Trackball Ke Trackpad Optical
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar
hy para pengunjung