Saat ini semakin banyak jenis dan tipe handphone yang beredar dengan berbagai keunggulannya masing-masing, nah Saya pernah mengalami masalah saat dihadapkan untuk menentukan pilihan jenis dan tipe handphone apa yang optimal Kinerjanya, baik prosesor maupun systemnya dengan harga yang tidak mahal, diawali dengan mencari berbagai informasi tentang kelebiham dan kekurangan handphone, mulai dari saudara, kerabat, temen-temen, dll yang pernah/sedang memakai dan tentunya browsing internet, maka diperoleh gambaran informasi yang ternyata idem dengan yang terdapat pada www. reviewland.com (30-04-2008), yang mana pada website tersebut menyajikan informasi sebagai berikut :
Pada intinya, makin cepat prosesor yang digunakan di sebuah handphone, maka akan makin baik kinerja game yang dijalankan di handphone tersebut.
Untuk handphone tanpa OS dengan resolusi layar 176x220, prosesor 200MHz sudah memadai, tapi bila layar yang digunakan 240x320 maka prosesor 200MHz akan mulai terasa kurang memadai pada beberapa game 3D. Untuk handphone ber-OS Symbian, prosesor berkecepatan 200MHz akan terasa lambat di game 3D sekalipun pada resolusi 176x220, apalagi bila layar yang digunakan memiliki resolusi 240x320. Handphone ber-OS Symbian membutuhkan prosesor minimal 300MHz agar terasa gegas.
Untuk lebih jelasnya lihat TABEL PERBANDINGAN KINERJA HANDPHONE beserta Prosesor dan Resolusi Layar (Pada Attach File) :
Beberapa tipe handphone ada yang dibekali chip grafis 3D, sehingga memiliki kinerja game 3D yang sangat baik. Bila anda akrab dengan gaming di PC, tentu tak asing dengan nama NVIDIA. Sebab mereka adalah produsen chip grafis videocard no.1 di dunia. Produsen videocard ini juga membuat chip grafis untuk handphone, salah satunya adalah yang mereka namakan GoForce 4800. NVIDIA berhasil menggandeng dua produsen handphone ternama yaitu Sony Ericsson dan Motorola.
Sony Ericsson W900 yang juga dikenal dengan nama "Sakura" merupakan handphone pertama yang menggunakan chip grafis 3D NVIDIA GoForce 4800, sehingga sangat lancar ketika menjalankan game 3D. Namun sayangnya prosesor yang digunakan cuma berkecepatan 100Mhz, sehingga navigasi menunya kurang responsif dan justru loyo di game 2D.
Handphone berikutnya yang dibekali chip grafis 3D Nvidia GoForce 4800 adalah Motorola V3xx, prosesor yang digunakan juga lebih gegas, yaitu 200Mhz. Sayangnya, handphone Motorola memiliki kelemahan jika dibanding handphone SE, yaitu keterbatasan dalam hal maximum JAR size yang cuma 1MB, sehingga game 3D dengan ukuran diatas itu tak dapat diinstall pada handphone ini.
NVIDIA juga membuat chip grafis untuk segmen PDA Phone, salah satu contohnya adalah Geforce 5200 yang telah ditanamakan pada O2 XDA Flame.
Baru-baru ini NVIDIA juga mencoba menggebrak lagi dengan membuat prosesor untuk PDA Phone yang mereka namakan APX2500. Gamer kawakan tentu tahu, dan mungkin sempat merasakan bermain di game console buatan SEGA. Dreamcast adalah game console terakhir buatan SEGA, sebelum perusahaan ini akhirnya mengalami kesulitan finansial dan memutuskan pensiun dari bisnis console game. Perlu diketahui chip grafis yang digunakan pada SEGA Dremacast adalah PowerVR. Ambruknya dinasti console game SEGA tentu membuat supplier chip grafisnya kalang kabut. Karena riwayat game console SEGA sudah tamat dan chip grafis PowerVR juga tidak sukses dijual ke segmen PC, maka produsen chip grafis asal inggris ini mulai melirik segmen handphone.
Langkah tersebut tampaknya menuai keberuntungan, karena PowerVR ternyata berhasil menggaet 2 produsen handphone kelas kakap yaitu Nokia dan Sony Ericsson untuk menjajal chip grafis 3D racikan mereka. Sony Ericsson P990 dan M600 merupakan dua handphone yang menggunakan chip grafis PowerVR MBX Lite. Namun sayangnya prosesor yang digunakan cuma 200Mhz sehingga kurang gegas untuk sebuah handphone yang harus menggendong OS Symbian UIQ. Oleh karena itu sekalipun P990 dan M600 mampu menjalankan game 3D dengan lancar, namun respon dan navigasi menunya tergolong lelet.
Berbeda dengan Sony Ericsson yang memilih chip 3D accelerator PowerVR MBX versi Lite untuk handphone mereka, Nokia menggunakan versi yang lebih kencang untuk kedua handphone seri N mereka, yaitu N95 dan N93. Selain itu prosesor yang digunakan Nokia N93 dan 95 juga 2X lebih cepat dibanding prosesor yang digunakan pada M600 dan P990. Oleh karena itu kinerja keseluruhannya jauh lebih tinggi. Saat ini cukup banyak handphone Nokia seri high-end yang menggunakan chip 3D accelerator PowerVR, diantaranya adalah: Nokia E90 , N93, N95, dan N82.Anehnya, N81 yang digembar-gemborkan sebagai platform gaming N-Gage, justru tidak memiliki 3D accelarator sama sekali. Ini tentu sebuah kekonyolan trik marketing dari Nokia.
Dengan kinerja yang hanya sedikit di bawah K610, K530 memiliki fitur yang lebih lengkap, yaitu dibekali FM Radio. Selain itu tampilan fisiknya terlihat lebih elegan dibanding K610. Namun tak hanya itu saja perbedaan keduanya. Perbedaan yang paling terasa antara K530 dengan K610 adalah layar K530 (2") yang ukurannya lebih lega dibanding K610 (1.8"). Selain itu contrast ratio-nya juga lebih bagus dan terlihat tajam, sekalipun resolusinya masih sama-sama 176x220.
Sehingga bila anda telah terbiasa melihat layar K530, anda akan enggan melihat layar K610. Sama seperti K610, bluetoothnya versi 2 dan juga mendukung A2DP.
Secara umum, fitur lainnya yang dimiliki K530 sama persis dengan K610, karena K530 memang merupakan pengganti K610. Handphone 3G ini dibandrol sedikit lebih mahal dibanding K610 dan K550. Keunggulan K530 dibanding K610 adalah adanya FM Radio dan layar yang lebih baik. Sedangkan keunggulan K530 dibanding K550 adalah adanya konektivitas 3G. Dengan harga yang cuma berbeda Rp.200 ribu dibanding K610, K530 jelas lebih layak dipilih Sekalipun tergolong sudah lama beredar di pasaran, K610 layak dinobatkan sebagai handphone tercepat dan termurah untuk memainkan game 3D pada resolusi layar 176x220. Handphone ini juga termasuk salah satu handphone 3G dengan ukuran kecil (sama seperti K530). Sehingga ideal dimanfaatkan sebagai modem 3G untuk PC/notebook anda. Layarnya menggunakan jenis TFD 256 ribu warna yang lebih irit penggunaan dayanya dibanding TFT. Slot Memory Stick Micro (M2) tersedia untuk menampung seluruh koleksi game favorit anda. Kameranya 2MP tapi tanpa fasilitas autofocus (bukan cybershot). Kamera depan juga tersedia untuk keperluan videocall. Bluetoothnya versi 2 dan sudah mendukung A2DP.
K610 lebih layak dipilih daripada K618 karena harganya yang lebih murah. Perbedaan K610 dan K618 hanyalah pada design/bentuk casingnya saja. Kelemahannya dibanding K530 dan K550 adalah tidak adanya FM radio, dan kualitas layar LCD serta design body yang tidak sebaik K530. Bagi yang budgetnya mepet tapi ingin menikmati game 3D dengan kinerja tinggi, K610 merupakan satu-satunya pilihan. Namun dengan selisih harga yang cuma Rp.200 ribu dibanding K530, agak kurang tepat bila anda membeli K610 kondisi baru. Handphone ini lebih cocok bila dibeli dalam kondisi bekas mengingat harga second-nya cuma berkisar 900 ribuan alias setara dengan harga N-Gage bekas.
Kinerja gaming K550 boleh dibilang identik dengan K530, keunggulan K550 dibanding K530 ada pada kamera 2MP yang telah menggunakan jenis Cybershot dengan kemampuan Autofocus dan dilengkapi LED Flash. Sama seperti K610 dan K530, bluetoothnya versi 2 A2DP, selain itu handphone ini juga masih dibekali infrared, tidak seperti kedua saudaranya yang hanya berbekal bluetooth saja. Kelemahannya adalah tidak mendukung 3G, sehingga tidak bisa dikaryakan sebagai modem super cepat untuk PC/notebook anda.Bagi yang tidak mementingkan konektivitas 3G namun mengutamakan kualitas kamera, K550 akan menjadi pilihan yang cukup menarik dibanding K610 maupun K530.
Bagi yang ingin menikmati kelancaran gaming 3D di resolusi tinggi, dibutuhkan handphone kelas premium. Di kelas ini Nokia memiliki produk unggulan dan Motorola juga memiliki sebuah pilihan yang menarik. Berikut ini kandidat 4 handphone terbaik untuk grafis / gaming di resolusi 240x320.
Tak dapat dipungkiri bahwa Nokia N95 merupakan handphone gaming terhebat tahun ini. Sekalipun menggunakan resolusi layar tinggi (240x320), namun chip 3D accelerator PowerVR MBX serta prosesor 330MHz yang dimilikinya mampu memberikan tenaga extra di setiap game 3D yang dijalankan. Ukuran layar yang sangat lega 2.6" tentu akan memberikan kenyamanan extra buat para gamer. Handphone ber-OS Symbian v.9.2 ini juga memiliki segudang fitur canggih, sebut saja camera 5MP Carl Zeiss autofocus, GPS navigator, FM Radio, TV-Out, MiniSD slot, dan konektivitas super lengkap yaitu HSDPA 3.6Mbps, Bluetooth v.2 A2DP, WiFi 80211 b/g, dan Infrared. Bila anda adalah seorang mobile gamer berdompet tebal, tidak ada yang lebih tepat selain Nokia N95.
Saat ini N95 harganya sudah mulai turun mengingat sudah mucul N95 8GB, yang dalam hal kemampuan gaming sama saja namun memiliki ukuran layar yang lebih besar (2.8") dan tentu saja memory internal 8GB.
Dengan dibekali prosesor tercepat (369MHz), 6120 classic mampu memberikan respon yang sangat gegas. Sekalipun handphone ini tidak dibekali 3D accelerator, namun prosesor kencangnya masih mampu memberikan kinerja yang cukup layak untuk memainkan game 3D pada resolusi tinggi (240x320).
Layar TFT 2" 16 juta warna yang dimilikinya akan memanjakan para gamer. Jangan khawatir bahwa penggunaan OS Symbian pada handphone ini akan menyebabkan kelambatan seperti pada Nokia N73, karena handphone ini menggunakan prosesor tercepat yang pernah digunakan Nokia, yang tentunya jauh lebih cepat dibanding prosesor pada Nokia N73 yang terkenal lelet itu. Bila melihat dari sisi harganya, fitur yang dimiliki handphone ber-OS Symbian v.9.2 ini tergolong paling lengkap dan tak tertandingi di kelasnya. 6120 classic merupakan pilihan yang lebih baik ketimbang Nokia 5700 yang juga dibekali prosesor berkecepatan sama. Handphone berbentuk candybar tipis ini sudah mengadopsi koneksi HSDPA (3.5G) dengan kecepatan maximum 3.6Mbps, sementara Nokia 5700 masih 3G, padahal harganya sama. Dengan handphone ini anda tak perlu lagi membeli modem HSDPA untuk PC/notebook anda. Dari sisi ukuran, Nokia 6120 clasic boleh dibilang sebagai handphone HSDPA dengan ukuran sangat kompak dan tipis. Nokia juga sudah menanggalkan koneksi PopPort pada handphone ini dan menggantinya dengan mini USB yang sifatnya lebih flexibel dan universal. Nokia 6120 classic merupakan satu-satunya handphone di dunia yang memiliki prosesor tercepat dan koneksi HSDPA namun dengan harga paling murah. Bagi yang merasa N95 terlalu mahal untuk bermain game, Nokia 6120 classic merupakan solusi yang tepat.
Dengan dibekali kombinasi chip grafis Nvidia GoForce 4800 dan prosesor yang lumayan kencang (245MHz), RAZR V3xx mampu menjalankan game 3D yang berat di layar resolusi tinggi (240x320). Tak hanya itu saja, handphone clamshell tipis ini juga telah mengadopsi koneksi HSDPA sehingga cocok dipakai sebagai modem super-cepat untuk PC/notebook anda. Fitur lain yang dimilikinya adalah Bluetooth dan camera yang cuma 1.3MP saja. Handphone ini tidak dibebani OS Symbian sehingga kinerja java game akan lebih optimal, namun sayangnya ada keterbatasan dalam hal Maximum JAR Size, sehingga anda tidak bisa menginstall game Java dengan ukuran diatas 1MB. Padahal beberapa game keren berukuran diatas 1MB Sayangnya, di Indoensia handphone ini agak jarang keberadaannya, kalaupun ada biasanya barang BM (Black Market) alias bukan garansi resmi. Jangankan yang BM, bahkan handphone Motorola yang resmi saja keberadaanya juga jarang, mengingat di Indonesia mayoritas konsumen maunya Nokia atau Sony Ericsson.
Bagi yang ingin merasakan handphone dengan chip grafis 3D accelerator tapi budgetnya terbatas, M600 merupakan pilihan yang tepat. Handphone ber-OS Symbian 9.1 UIQ ini dibekali chip grafis PowerVR MBX versi Lite yang notabene merupakan versi banci dari PowerVR MBX yang digunakan pada Nokia N95. Dengan chip grafis tersebut M600 sudah memiliki kemampuan untuk menjalankan game 3D dengan sangat lancar. M600 juga sudah menggunakan layar touchscreen resolusi 240x320 dengan ukuran yang sangat lega (2.6") dan mendukukung 262 ribu warna. Namun awas, M600 merupakan handphone yang terkenal kurang stabil, sehingga anda harus siap menghadapi ketidakstabilan dan berbagai masalah kompatibiltas dengan banyak game Java pada handphone ini. Dukungan developer software terhadap OS Symbian UIQ (Sony Ericsson) memang tidak sebaik Symbian S60 (Nokia). Beberapa game populer semisal EA Fight Night Round 3 juga bermasalah di handphone ini. Sekalipun kencang di game 3D, namun navigasi menunya terasa lambat dan kurang responsif akibat penggunaan prosesor yang cuma 200MHz dan harus memikul OS Symbian UIQ. Dalam hal fitur, M600 dibekali Bluetooth v.2, infrared, slot M2, dan keypad QWERTY, namun tidak dibekali camera. Bila anda menginginkan perangkat gaming dengan fitur ala PDA (layar touchscreen 240x320), M600 boleh dipilih asalkan anda bersiap untuk mereset handphone ini secara berkala. Sony Ericsson sendiri secara resmi telah menghentikan dukungan terhadap produk
Dari berbagai informasi dan data-data tersebut diatas Saya putuskan untuk memilih Nokia 6120 classic yang sesuai dengan kegunaan dan kebutuhan saat ini.
Demikian sekilas informasi tentang kinerja handphone, semoga dapat menjadi tambahan ilmu bagi kita dan sepertinya penentuan pilihan merk, jenis, dan tipe handphone juga tak lepas dari penilaian subyektifitas, karena adanya pengaruh dari budget, selera, kegunaan/kebutuhan, psikologi (a.l. adanya dominasi merk tertentu), dan lain sebagainya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar
hy para pengunjung